Experiencing: Learn to Do and Learn to Be Belajar Bukan Sekadar Tahu, Tetapi Menjadi Dalam banyak proses pendidikan dan pelatihan, keberhasilan sering diukur dari seberapa banyak seseorang mengetahui sesuatu. Padahal dalam kehidupan nyata, pengetahuan saja tidak cukup. Dunia tidak hanya membutuhkan orang yang pintar berbicara tentang teori, tetapi juga manusia yang mampu melakukan, menghadapi, merasakan, memaknai, dan menjadi pribadi yang utuh. Di sinilah pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning menemukan relevansinya. Belajar melalui pengalaman bukan sekadar metode bermain, aktivitas luar ruang, atau simulasi. Ia adalah proses transformasi manusia. Sebuah perjalanan di mana seseorang tidak hanya belajar “apa”, tetapi juga belajar “bagaimana” dan akhirnya belajar “siapa dirinya”. Konsep ini dapat dipahami melalui dua dimensi penting: Learn to Do — belajar untuk melakukan Learn to Be — belajar untuk menjadi Keduanya bukan dua hal yang terpisah, melainkan per...
|Motivational Speakers|Experiential And Adventure Educator|Rope Course Builder|Outdoor Activities Enthusiast|NLP Enthusiast|