Langsung ke konten utama

FASILITASI EDUKASI ATAU REKREASI PENDIDIKAN PETUALANGAN

FASILITASI EDUKASI ATAU REKREASI PENDIDIKAN PETUALANGAN

“kita tak bertugas untuk membuat orang lain memahami kita,tugas kita untuk dapat memahami orang lain hingga tercapai saling memahami”
-Hernawan Iskandar-
REKREASI PETUALANGAN
Sebuah wisata petualangan atau perjalanan petualangan adalah suatu kegiatan yang hasil akhirnya kita mendapatkan kepuasan tersendiri misalnya ingin mendapat sebuah suasana yang memicu adrenalin misalkan melakukan kegiatan arung jeram mendaki gunung,menyelam,terbang layang ,panjat tebing dan lainnya atau melakukan sebuah perjalan ke tempat tempat yang terpencil dan eksotik,dengan resiko tertentu.
Atau melakukan kegiatan inisatif atau bermain dengan menggunakan permainan permainan yang mewakili kegiatan petualangan itu sendiri dalam suatu proses yang lebih aman dan yangn tidak terlalu beresiko

Rekreasi
“Bila anda melakukan kegiatan dengan antusiasme yang tinggi dengan reaksi peserta yang mengagumkan dari satu games ke initiative games lainnya.”

FASILITASI/EDUKASI PENDIDIKAN PETUALANGAN
memfsilitasi suatu kegiatan pendidikan petualangan di mana kegiatanan ini menghasilkan suatu output tertentu sesuai dengan objectif kegiatan,
Kegiatan yang di rancang yang melibatkan energy fisikal,energy emosional  dan energy phisikal yang sesuai dengan objectif yang di inginkan

FASILITASI/EDUKASI
“Bila anda melakukan kegiatan dengan peserta yang mengharapkan pengalaman dari kegiatan problem solving, kompetisi, reaksi individu dan lingkungan belajar yang sulit diprediksi menjadi proses belajar yang aman”

REKREASI VS FASILITASI EDUKASI
Bedanya
DEBRIEFING

DEBRIFING
Sebuah proses berkelanjutan setelah sebuah tindakan atau sebuah pengalaman kegiatan dimana setiap anggota kelompok dalam kegiatan tersebut saling berinteraksi dan berbagi mengenai apa yang di alami,di rasakan selama kegiatan interaksi berlangsung dan berbagi bagai mana pengelaman tersebut dapat bermanfaat untuk masa masa mendatang

Dimana dalam proses atau aktifitas DEBRIEFING ada sebuah proses refleksi pengalaman pengalaman dengan mengevaluasi dan menganalisa semua pengalaman tindakan dan pengalaman berpikir,kenapa gagal kenapa berhasil kalau di ulangi dalam kegiatan berikutanya apa yang dapat di ambil dari pengalaman tadi agar tidak gagal atau agar lebih berhasil dan pengalamannya di rangkum sebagaia antisipasi atau bersiap diri menghadapi tantangan berikutnya

Kegiatan DEBRIEFING semua terlibat penuh termasuk seorang “FASILITATOR’nya untuk dapat hadir penuh me”rasakan” pengalaman apa hingga dapat memberikan pertanyaan yang memicu mereka untuk lebih menggali pengalamannya untuk di bagikan kepadaa sesama peserta



Hernawan Iskandar
#Praktisi Pendidikan Petualangan
#Praktisi Pendidikan Pengalaman

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOMPETENSI DASAR FASILITASI

KOMPETENSI DASAR FASILITASI Menurut Asosiasi Fasilitator Internasional (IAF)  yang di dirikan pada tahun 1993 ada 6 kompetensi atau kecakapan dasar yang perlu di kuasai seorang Fasilitator,Mereka sebut sebagai 6 kompetensi INTI Aadalah   (1) Menciptakan hubungan klien kolaboratif (2) Merencanakan proses kelompok yang sesuai; (3) Menciptakan dan mempertahankan lingkungan partisipatif; (4) Panduan kelompok untuk hasil yang tepat dan berguna; 5) Membangun dan memelihara pengetahuan profesional; (6) Model sikap profesional yang positif.  #community based development Facilitating) Menurut AELI Asosiasi Experiential Learning Indonesia sebuah asosiasi yang bergerak dalam dunia memfasilitasi kegiatan yang yang berbasis EXPERIENTIAL LEARNING/EDUCATION ada 9 kompetensi yang harus di kuasi seorang Fasilitator Experiential Learning : Merencanakan Program Kegiatan Recreasi Merencanakan Program Kegiatan Edukasi/Pembelajaran Mengatur Sumber Daya untuk Program Melaksanaka...

KUATNYA PERTANYAAN DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS PENGALAMAN

  KUATNYA PERTANYAAN DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS PENGALAMAN #Kangchupsways Ada satu momen dalam setiap proses belajar,yang sering kita lewatkan begitu saja. Bukan saat aktivitas dimulai,bukan juga saat semua orang tertawa, berlari, atau bahkan gagal. Tapi saat seseorang berhenti sejenak dan mulai bertanya Karena sejatinya, belajar itu tidak terjadi saat kita mengalami, tapi belajar terjadi , saat kita mempertanyakan pengalaman itu #Kangchupsways Karena pertanyaan adalah jembatan dari aktifitas menjadi pengalaman bermakna dari pengalaman bermakna menjadi kesadaran dan dari kesadaran menuju perubahan Tanpa pertanyaan, pengalaman hanya jadi cerita. dengan pertanyaan, pengalaman berubah jadi pelajaran hidup. Bayangkan ini… Sekelompok peserta baru saja menyelesaikan sebuah aktivitas Seru,Menegangkan, Penuh Strategi. Bahkan ada konflik kecil di dalamnya. Lalu fasilitator bertanya: “Gimana? Seru?” Semua jawab: “Seruuuu!” Selesai.!!!!!!!!!! Tidak ada yang salah. Tapi… juga tidak ada yang b...

Seni Mengatur Jarak Antara Pengalaman Menuju Kesadaran: Saat Pengalaman Tidak Cukup, dan Makna Harus Diperjuangkan

Seni Mengatur Jarak Antara Pengalaman Menuju Kesadaran: Saat Pengalaman Tidak Cukup, dan Makna Harus Diperjuangkan #kangchupsways Ada satu kesalahan yang sering terjadi dalam dunia pelatihan berbasis pengalaman, Terkadang diri terlalu sibuk membuat aktivitas… tapi lupa memfasilitasi makna. Permainan berjalan seru. Peserta tertawa. Energi tinggi. Namun setelah selesai— tidak ada yang benar-benar berubah. Karena satu hal sederhana: pengalaman tidak otomatis menjadi pembelajaran. Fasilitator Bukan Pengisi Waktu Dalam pendekatan yang dikembangkan oleh Simon Priest dan Michael Gass, fasilitasi bukan soal memimpin aktivitas. Ia adalah seni mengatur jarak: antara pengalaman… dan kesadaran. Terlalu dekat, peserta tidak belajar. Terlalu jauh, peserta kehilangan arah. Ada tingkatan yang diri bisa jadikan pedoman dan arah untuk menuju pengalaman dapatkan kesadaran :  Tingkatan Pertama : Pengalaman Dibiarkan Bicara,Tapi Tidak Semua Orang Mendengar Kadang diri berpikir: “Biarkan saja, nanti jug...