Langsung ke konten utama

KATEGORI KEGIATAN PENDIDIKAN PETUALANGAN

KATEGORI KEGIATAN PENDIDIKAN PETUALANGAN
“pikiran manifestasi kata dan..kata manifestasi perbuatan dia berkembang menjadi kebiasan dan akan mengeras menjadi karakter
- Hernawan Chups Iskandar-

Banyak buku yang menjelaskan kegiatan yang dikategorikan sebagai :
kategori sekuen program, seperti Ice Breaking, Warm Ups, Energizer/     Deinhibitizer, Games, Initiative, Stunts, Ropes Course, Closing / Framing dll.

kategori Kebutuhan / Tujuan seperti Buku Business Games, Creativity Games, Customer Service Training Games, Team Building Games, Team Spirit Exercises dll.
Cara paling mudah adalah dengan mengenali kategori kegiatan berdasarkan tahapan sekuen yaitu :
Ice Breaking, Warm Ups / Energizer, Games, Initiative Activities, Variation, Stunts, Ropes Course/Rock-Wall Climbing/Camping/Rowing/Rafting dll.

Daftar di bawah ini adalah pedoman untuk pembelajaran, semakin meningkatnya kemampuan Leadership Fasilitator maka makin pandai meramu, memilih dan memasukan ke dalam sekuen. Sekaligus mampu menghadapi Trouble Shooting & Spontanitas (Bag Tricks)

KATEGORI KEGIATAN :
ICE BREAKING
WARM UPS/ENERGIZER
GAMES
INITIATIVE ACTIVITIES
HIGH ROPE AND ADVENTURE ACTIVITIES /OUTDOOR PERSUIT
VARIATION

KATEGORI : ICE BREAKING
PROFIL :
Kegiatan belum ada kontak fisik
Pengkondisian kesiapan pola pikir (Intelektual),fisikal,emosianal
SEQUEN PROGRAM : Immersion (SOCIAL PLAY)
CONTOH KEGIATAN : Perhatikan saya,,Simon Say,3M Musik or Film

KATEGORI : WARM UPS/ENERGIZER
PROFIL :
Kegiatan Sudah ada ikatan emosional.fisik dan emosional
Sebagai penyemangat atau tuning untuk kesiapan kegiatan berikutnya
SEQUEN PROGRAM : PROXIMITY AWWRENESS
CONTOH KEGIATAN :Ini apa,Obat nyamuk,Lap sit,Yurt Circle

KATEGORI : GAMES
PROFIL :
Kegiatan sudah ada ikatan emosional,fisik dan intelektual
Olah pikir fisik dan emosional
Level keterlibatan semakin besar
Minim alat
SEQUEN PROGRAM : BASIC CHALLNGESS
CONTOH KEGIATAN:Bing Bang Buzz,Body Tag 3,Keep It Up

KATEGORI : INITIATIVE ACTIVITIES
PROFIL :
Membutuhkan alat lebih banyak
Membutuhkan waktu dan persiapan lebih
Prosesnya lebih lama
Peraturan banyak
SEQUEN PROGRAM :  MEDIUM CHALLENGES
CONTOH KEGIATAN: 3 mine Field,Corporate Conection,Toxic Waste

KATEGORI : HIGH ROPE OR ADVENTURE ACTIVITIES/OUTDOOR PERSUIT
PROFIl :
Sudah matang kesiapan oleh emosionl,intelektual dan emosional
Pemahaman safety sudah semakin nesar
Keingina tantangan yang semakin besar
SEQUEN PROGRAM : ADVANCE CHALLENGES (LOW-MEDIUM,HIGH IMPACT
CONTOH KEGIATAN : Rope Course,Rafting,Camping,Rock Climbing

VARIATION
Memberikan va-riasi tambahan
Alat bantu
Peraturan
Tujuan
BatasanPergerakan

Semua sekuen  PSP.
Fokus pada Kegiatan /game – bukan pada peserta.



Salam



Hernawan Chups Iskandar
#Praktisi Pendidikan Petualangan
#Praktisi Pendidikan Pengalam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membangun Karakter dengan Metode Experiential Learning dalam Pendidikan Non-Formal

Membangun Karakter dengan Metode Experiential Learning dalam Pendidikan Non-Formal Pendidikan non-formal memiliki peran penting dalam membentuk karakter individu, terutama karena sifatnya yang fleksibel, kontekstual, dan berbasis kebutuhan peserta didik. Salah satu pendekatan efektif adalah Experiential Learning , yaitu pembelajaran melalui pengalaman nyata yang mendorong peserta aktif berpikir, merasakan, dan bertindak. Metode ini sangat relevan dalam konteks pendidikan non-formal seperti pelatihan kepemudaan, organisasi kepanduan, kursus keterampilan, hingga program pengembangan karakter taruna, karena mampu membangun nilai-nilai seperti disiplin, kerja sama, kepemimpinan, integritas, dan tanggung jawab. Experiential Learning Sebagai Metode Pembalajaran Experiential Learning diperkenalkan oleh David A. Kolb (1984) melalui Experiential Learning Theory (ELT) . Menurutnya, pembelajaran adalah proses di mana pengetahuan diciptakan melalui transformasi pengalaman. Kolb menggambarka...

BELAY SCHOOL SEBAGAI UPAYA MEMBANGUNGUN NILAI NILAI KARAKTER

Belay School sebagai Upaya Membangun Nilai-Nilai Karakter "saya menjaga keselamatanmu, kamu menjaga keselamatanku" , kalimat antara sesama peserta dalam kegiatan Belay School, ini tentang membangun rasa tanggung jawab pembelajaran nilai (responsibility, trust, focus, awareness) sebelum ke tahapan yang lebih menantang Dalam dunia pendidikan dan pelatihan berbasis pengalaman ( experiential learning ), Belay School merupakan salah satu pendekatan khas yang dikembangkan oleh Project Adventure . Secara teknis, belay adalah keterampilan mengamankan seseorang saat melakukan kegiatan panjat atau rope course dengan menggunakan sistem tali, harness, carabiner, dan alat pengaman lainnya. Namun lebih dari sekadar keterampilan teknis, Belay School menekankan pada dimensi nilai, sikap, dan karakter yang terbangun melalui praktik keselamatan, kepercayaan, dan tanggung jawab. Makna Filosofis Belay School Belay bukan hanya persoalan menjaga tali agar pemanjat tetap aman, tetapi sebuah si...

Redisiplin: Bukan Sekadar Meluruskan Barisan tapi Tentang Menemukan Arah Diri

  Halo, pembaca. Setiap kali saya berkesempatan menjadi Fasilitator Pembelajaran dan kali ini menjadi Narasumber dengan tema Career Branding dalam program Redisiplin Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta , selalu ada momen yang tak pernah sama — momen di mana mereka mulai hening, merenung, dan perlahan mengenali dirinya sendiri. Bukan karena lelah, tapi karena sadar: bahwa disiplin bukan sekadar mematuhi aturan, melainkan menemukan arah dan makna dari perjalanan hidup yang sedang ditempuh. Redisiplin: Bukan Sekadar Meluruskan Barisan Banyak yang berpikir bahwa redisiplin adalah tentang memperketat peraturan, menegakkan barisan, dan menumbuhkan ketertiban. Namun bagi saya, lebih dari itu. Redisiplin adalah ruang reflektif di mana para cadet menata ulang dirinya — mengingat kembali alasan mengapa mereka memilih jalan pelayaran, dan nilai apa yang ingin mereka pegang sebagai cadet Di balik latihan fisik dan disiplin harian, tersimpan pelajaran besar tentang kepemimpinan...